Mau Berdiri Rumah Tapi Belum Punya Uang?

 Ingin berdiri rumah tapi belum punya uang Mau Bangun Rumah Tapi Belum Punya Uang?


Ingin berdiri rumah tapi belum punya uang? Tertekan karena masih hidup di villa mertua indah? Atau lelah hidup di rumah kontrakan?

Kalau memikirkan itu, kepala jadi pusing.

Jangankan dana untuk berdiri rumah, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja selalu kurang.

Tapi jangan berkecil hati....

...bukan cuman kita yang mengalami hal tersebut. Orang lainpun masih banyak yang mengalaminya.

Jadi,

apa yang sanggup kita lakukan?

Jawaban diplomatisnya: bekerja dan berdoa. Memang tidak salah. Kita harus semangat bekerja dan tak lupa berdoa.

Ada hal lain yang bisa kita lakukan. Setidaknya pernah saya lakukan.

Dan sebagai cara banyak sekali pengalaman, saya ingin menuliskannya di sini.


Miliki Mindset Kaya

Meskipun belum punya kemampuan berdiri rumah, jangan sekali-kali berpikir kita miskin.

Mental miskin menciptakan kita semakin terpuruk.

Sebaliknya:

Milikilah mental kaya. Atau setidaknya kita meyakini, kita bisa kaya suatu hari kelak.

Tapi bagaimana caranya?

Banyak motivator yang menyarankan untuk mempunyai mindset kaya. Akan tetapi kita tidak pernah tahu bagaimana sih mindset kaya?

Kaya yaitu mempunyai banyak hal dan merasa cukup dengannya.

Itu definisi kaya berdasarkan saya. Maka dari itu:

Saya berguru untuk mensyukuri apapun yang saya punya hari ini. Entah itu kesehatan, pikiran, tenaga, usia, anak-anak, sahabat...

...semua itu yaitu rezeki dari-Nya.

Pernahkan Anda bersyukur dengan semua itu? Merasa begitu banyak anugerah dari-Nya? Pada waktu yang bersamaan rasanya belum cukup rasa syukur kita atas semua nikmat itu.

Mensyukuri seburuk apapun kondisi kita, akan menciptakan jiwa kita merasa kaya.

Kemudian prosedur di alam akan bekerja. Siapa yang berjiwa kaya, gampang baginya mengumpulkan kekayaan.

Siapa yang berjiwa miskin, kehidupan ini akan membuktikan bahwa ia benar-benar miskin.

Jadi,

Berhati-hatilah dengan mindset berpikir Anda.


Antusias Dengan Segala Sesuatu Berhubungan Dengan Rumah

Meskipun belum punya uang untuk berdiri rumah, sering-seringlah Anda “bersentuhan” dengan rumah.

Pernah seorang teman:

Yang selalu menonton program TV yang berafiliasi dengan rumah: entah itu dekorasi, membeli rumah, apartemen, rumah impian...

...meskipun ia tahu belum punya uang, ia tetap menonton program tersebut.

Ia juga sering mengumpulkan brosur-brosur perumahan. Membeli desain perihal rumah.

Pokoknya apapun yang berafiliasi dengan rumah, ia kumpulkan.

Itu yaitu salah satu cara semoga otaknya fokus pada rumah.

Seperti yang pernah dikatakan dalam buku The Secret, apa yang sering kita fokuskan biasanya jadi kenyataan.

Kaprikornus kalau ingin punya rumah, jangan fokus “saya tidak punya rumah.” Fokus Anda yaitu “Saya ingin berdiri rumah.”


Ikhlas Dalam Berdoa

Rumah yaitu sumber ketenangan. Dan ketenangan hidup yaitu sesuatu yang kita inginkan di dunia ini.

Maka dari itu,

Senjata paling ampuh yaitu doa. Kita memohon kepada Allah Penguasa segala sesuatu.

Rendahkan diri kita di hadapan-Nya. Agungkan Dia seagung-agungnya. Lalu bermohonlah.
Betapa banyak dongeng perihal keajaiban doa.

Selama Anda masih punya kesempatan meminta kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, selama itu pula Anda harus yakin bahwa Allah niscaya menunjukkan yang terbaik.


Sedekah

Sedekah yaitu salah satu cara untuk memancing rezeki. Semakin besar umpannya, semakin besar pula yang kita dapatkan.

Secara kasat mata, sedekah berarti menunjukkan kekayaan kita.

Tapi dilihat dari prosedur alam, sedekah yaitu cara tercepat untuk melipatgandakan harta.

Saya beri ilustrasi:

Misalnya Anda mempunya 10 butir biji jagung. 5 butir Anda tanam.

Secara kasat mata, yang tersisa di tangan Anda 5 butir. Akan tetapi dilihat secara umum, Anda mempunyai ribuan butir.

Kenapa?

Karena Anda menanamnya. Begitu Anda tanam, maka butiran itu akan tumbuh. Berkembang. Dan menghasilkan buah berlipat-lipat banyaknya.

Begitulah sedekah.


Jaga Tali Silaturahim

Menjaga silaturahim bukan berarti hanya menjaga pertemanan. Lebih dari itu, silaturahim berarti mengosongkan diri dari segala macam bentuk iri, dengki, dendam, hasud, dan sejenisnya.

Sehingga hati kita dipenuhi dengan rasa cinta dan kasih sayang terhadap sesama.

Apapun keburukan orang lain tidak menimbulkan kita putus hubungan.

Dan kalau ada seseorang yang bermusuhan:

Alangkah baiknya bila kita yang memulai berdamai dengannya. Jangan pernah malu. Ini bukan persoalan gengsi.

Tak peduli menyerupai apa pandangan orang, menyambung silaturahim merupakan ibadah agung di sisi Allah.


Langkah Membangun Rumah Tapi Uang Sedikit

Setelah kita berusaha dan berdoa, kita miningkat ke cara selanjutnya.

Menabung. Kalau selama ini Anda ingin berdiri rumah tapi belum punya uang, menabunglah.

Mulailah menabung uang recehan, uang ribuan, tergantung kemampuan. Dengan menabung kita membuktikan kesungguhan doa. Bahwa kita ingin punya rumah.

Menabung pohon. Bagi Anda yang hidup di desa, ada kesempatan menabung pohon. Perlu waktu beberapa tahun sebelum memanen. Segeralah tanam pohon sekarang.

Mendesain konsep rumah tumbuh. Rumah tumbuh yaitu rumah yang dibangun secara bertahap.

Meskipun begitu, desainnya merupakan desain utuh. Bukan tambal sulam. Dengan konsep rumah tumbuh, Anda bisa menghemat uang sekaligus membangun rumah sesuai kemampuan.


Mempertimbangkan KPR

Membangun rumah sendiri memang menjadi keinginan banyak orang. Tapi kalau tidak bisa bagaimana?

Salah satu solusinya ialah dengan mengambil KPR.

Banyak sekali jenis KPR. Mulai dari KPR bersubsidi, KPR syariah, ataupun KPR komersil.


Membeli Rumah Sistem Syariah

Saya lebih menyarankan membeli rumah dengan sistem syariah daripada KPR.

Mengambil rumah dengan sistem KPR niscaya mengharuskan kita berafiliasi dengan bunga atau riba.

Sekarang ini sudah mulai ada developer yang menjual rumah dengan sistem syariah.

Itulah beberapa citra yang bisa Anda ambil kalau ingin berdiri rumah tapi uang belum punya.

Cobalah kumpulkan langkah-langkah apa saja yang bisa Anda lakukan. Kondisi setiap orang berbeda-beda. Oleh akhirnya sesuaikan taktik dalam membangun rumah dengan kondisi masing-masing.
Sumber https://microgist.blogspot.com/

Click to comment