5 Resep Rumah Tangga Senang Serasi Lahir Batin

Inilah resep dan tips rumah tangga senang dan serasi lahir dan batin 5 Resep Rumah Tangga Bahagia Harmonis Lahir Batin
 Microgist. Membahas kasus rumah tangga tidak akan pernah ada habisnya. Selama masih ada bahtera rumah tangga yang berlayar, selama itu pula gelombang kasus rumah tangga mengiringinya.

Tidak kasus seberapa besar masalah, yang penting bahteranya kokoh. Tidak peduli seberapa tinggi gelombang, asalkan bahteranya sanggup memecah amuk badai.

Kitalah yang memegang kendali. Kita pula yang mengendalikan kemudi. Ke mana perahu itu akan diarahkan, semuanya tergantung pada kemauan sang pengendali.

 

1. Memperlakukannya Dengan Baik

Ingat, jangan pernah berhenti menghormati pasanganmu. Rumah tangga senang dan harmonis mewajibkan kehadiran penghargaan.

Perlakukan ia dengan penuh penghargaan. Penuhi hari-harimu dengan penghormatan. Baik saat meminta, memerintahkannya, dan dalam segala hal.

Ketika ia mencicipi penghormatan dirimu, jiwanya balik menghormati dirimu. Itu ialah aturan niscaya di alam semesta ini.

Memperlakukannya dengan baik ialah memanggilnya dengan panggilan sayang. Selipkan romantisme pada tutur kata.

Atau, membiarkannya sesekali menumpahkan sisa-sisa kemanjaannya: biarkan ia duduk bersandar di dadamu, atau menopang dagunya di pundakmu, atau menyandarkan pipinya ke pipimu.

Dan biarkan ia "memamerkan" kepada orang lain betapa tingginya kedudukannya di sisimu.


2. Tutur Kata Yang Baik

Betapa banyak petuah modern yang menyarankan semoga pasangan saling memuji. Memberikan kebanggaan tampak sebagai senjata dalam suatu hubungan, baik keluarga maupun bisnis.

Tutur kata yang baik tidak harus dengan pujian. Ia sanggup berupa renyainya canda tawa, murka dengan greget yang terkendali, atau ucapan lapang dada atas suatu hal.

Sedangkan untuk pujian, ia hanya akan menjadi berkesan jikalau lahir dari ketulusan. Mengumbar kebanggaan sanggup mengeringkan kata-katamu, ia sanggup kehilangan kepercayaan jikalau sering mendengar kebanggaan "bohong" dari lisanmu.


3. Nikmati Kebersamaan Dengan Jiwa Yang Kaya

Dua hal yang paling sering merusak rumah tangga bahagia ialah kurangnya cinta dan harta. Untuk yang kedua, yaitu harta, maka tidak ada jalan lain untuk menyelesaikannya kecuali dengan qonaah.

Qonaah ialah saat dirimu merasa cukup bahkan puas dengan segala anugerah dari-Nya. Ia ialah gudang kekayaan yang tak pernah habis.

Jika rumah tangga dilandasi qonaah, maka hujan ketentraman akan selalu bergemarai dalam kehidupanmu. Suami merasa nyaman dalam bekerja. Bahkan ia tambah semangat dalam mencari harta.

Sebaliknya jikalau istri tidak qonaah, kehidupan rumah tangga niscaya terasa gersang. Berapapun besarnya pemasukan, senantiasa merasa kekurangan.

Akibatnya sang suami dilanda kegelisahan. Produktivitas kerjanya menurun. Dan selalu ia mendapatkan kasus dalam hal ini. Bahkan tidak jarang suami mengalami demotivasi.

Ia tidak lagi garang lantaran merasa betapapun kerasnya bekerja, semua itu sama sekali tidak artinya di hadapan sang istri. 

 

4. Jadilah Sahabat Dalam Menghadapi Suatu Permasalahan

Keretakan rumah tangga bisa disebabkan lantaran kurangnya persahabatan. Yang saya maksud persahabatan ialah ketulusan menemaninya dalam menghadapi suatu persoalan.

Tidak sedikit yang mengharapkan rumah tanggan senang namun seringkali mengeluhkan sesuatu kepada pasangannya.

Misalnya seorang istri yang mengeluhkan kondisi finansial. Memang sepertinya sepele. Tapi keluhan-keluhan tersebut menciptakan suami merasa sendirian menghadapi masalahnya.

Justru seorang istri semestinya berperan sebagai orang pertama yang mendukungnya menghadapi duduk kasus tersebut. Dengan adanya penerimaan seorang istri atas kondisi finansial, itu saja sudah cukup meneduhkan hati suami.

Impaknya sangat besar. Karena proteksi itu membuatnya garang mengalahkan tantangannya.

Begitu pula sebaliknya, saat seorang istri mempunyai suatu kekurangan. Suami mestinya menerima, kemudian mengarahkannya menjadi orang yang lebih baik.

Jika ia dianggap belum tepat di hadapan suami, maka kiprah suami itu ialah menyempurnakannya. Bukan dengan mengeluhkan. Bukan dengan merendahkan. Tetapi tidak mau mendidiknya penuh kelembutan. Bukan begitu.


5. Tumpahkan Beban Kepada-Nya

Mungkin Anda selama ini merasa sanggup merampungkan banyak sekali masalah. Bisa jadi lantaran Anda merasa sebagai orang yang berpendidikan, mempunyai banyak ilmu, berwawasan luas, dan semacamnya.

Akan tetapi dari waktu ke waktu tidak berdaya menghadapi duduk kasus rumah tangganya. Berbagai cara telah ditempuh. Berbagai upaya telah dilakukan. Hasilnya nihil.

Maka saat beban itu semakin berat, energi semakin terkuras, segenap upaya tiada berhasil, tidak ada daerah untuk menyelesaikannya kecuali dengan tiba kepada-Nya.

Tumpahkan segala beban derita. Ungkapkan dengan segala kerendahan. Akui bahwa Anda tidak mempunyai kekuatan sedikitpun.

Hanya pertolongan-Nya yang bisa merampungkan semua kasus itu. Hanya kekuatan-Nya yang sanggup mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan.

Anda sanggup mencicipi getar-getar rahmat-Nya seandainya selalu membangun relasi dengan Sang Pencipta. 

Demikian sedikit pengetahuan dalam tajuk resep membina rumah tangga bahagia.



Sumber https://microgist.blogspot.com/

Click to comment