Puisi Cinta Sejati

 

Sebuah Tanda Cinta Sejati 

Angin berhembus sangat perlahan. Pagi telah pecah. Dan kabut tipis melayah-layah di atas pepohonan. Sekali lagi kurasakan angin berhembus. Betapa harum...

Aku sanggup mencicipi getar-getar cinta berkelindan di antara derai angin. Mungkin dia membawa butiran rindu dari hatimu. Dan membisikannya ke dalam dadaku.

Dan rindu darimu itu begitu jelita. Seperti kuncup bunga yang hendak merekah indah. Akankah kamu biarkan tumbuh bersemi, di hati milikku yang satu-satunya ini?

Wahai jelitaku.
Ketika malam menurunkan jubah kegelapan, saya terdiam seorang diri di pembaringan. Kuletakan kepalaku di bantal, namun mataku tiada terpejam. Aku tersenyum sendiri ketika bayang-bayangmu tiba menghampiri.

Telah usang kita berjumpa. Hati ini menyentuh hatimu. Engkaupun tahu wacana itu. Meski tak sepatah katapun terucap, jiwa ini bergetar ketika berdekatan. Sebuah tanda cinta telah diungkapkan kepadaku juga kepadamu.


Gadis Impian

Gadis yang mana
Cantik berseri menawan hati

Gadis yang mana
Menautkan rindu dalam kalbu

Itulah dirimu, gadis pemetik setangkai cintaku.

Hati yang mana tiada tertawan indah pribadimu; pada teduh tatap matamu, dan keagungan akhlakmu.


Sumber https://microgist.blogspot.com/

Click to comment