Kemiringan Atap Rumah Tinggal Sesuai Bahan

Kemiringan Sudut Atap Yang Ideal Sesuai Bahan. Saya pernah mengalami ini. Setiap hujan atap rumah selalu bocor.

Setelah diperbaikipun masih saja bocor.

Usut bukan usut bukan alasannya ialah genteng yang rusak atau retak. Penyebabnya tidak lain dan tidak bukan kemiringan sudut atap yang tidak ideal.

Sehingga fatwa air hujan tidak mengalir secara baik.

Bahan Atap Beda, Kemiringanpun Beda

Sekarang banyak pilihan materi atap. Mulai dari genteng tanah liat sampai metal.

Masing-masing materi mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Oleh alasannya ialah itu pandai-pandailah menentukan jenis atap. Sesuaikan dengan kondisi dan keadaan.


Rumah-rumah di Eropa mempunyai sudut kemiringan yang lebih curam. Hal ini untuk menghindari imbas jelek animo salju.

Sedangkan rumah-rumah di daerah tropis, menyerupai Indonesia tidak perlu menyerupai di Eropa.

Sudut kemiringan atap bertujuan semoga air hujan mengalir dengan baik sehingga tidak terjadi kebocoran.

#1. Kemiringan Atap Dak

Kemiringan Sudut Atap Yang Ideal Sesuai Bahan Kemiringan Atap Rumah Tinggal Sesuai Bahan
Berilah sudut kemiringan pada dak semoga air tidak menggenang. 

Banyak yang menyangka, atap beton tidak perlu kemiringan asalkan cara mengecor yang benar.

Padahal tidak demikian.

Meskipun memakai atap cor atau beton, perlu adanya kemiringan semoga air hujan sanggup mengalir.

Berapa derajat yang diperlukan?

5 derajat sudah cukup untuk dak.

Tips: Untuk menghindari rembes atau bocor, gunakan lapisan waterproof. Adukan semen yang baikpun sangat besar lengan berkuasa terhadap merembes atau tidaknya dak.

#2. Atap Cor/Beton

Kemiringan Sudut Atap Yang Ideal Sesuai Bahan Kemiringan Atap Rumah Tinggal Sesuai Bahan
Atap beton umum digunakan pada perumahan regency.

Tidak sedikit perumahan yang mengaplikasikan atap cor atau atap beton.

Mungkin Anda juga ingin mengaplikasikannya untuk rumah Anda.

Memang ada kekurangan dari atap cor ini. Yakni apabila terjadi kerusakan, maka kita biasanya kesulitan untuk mendapat genteng baru.

Kecuali jikalau di daerah Anda memang sudah umum memakai atap cor.

Lalu, berapa derajat sudut kemiringan atap beton?

Para mahir menyarankan 30 sampai 35 derajat.

#3. Atap Seng/Asbes

Kemiringan Sudut Atap Yang Ideal Sesuai Bahan Kemiringan Atap Rumah Tinggal Sesuai Bahan
Genteng asbes sebaiknya dihindari alasannya ialah mengandung asbestor. Berbahaya bagi paru-paru.

Seng atau asbes ialah dua materi atap yang sangat dikenal. Sebelum hadirnya aneka macam jenis atap dikala ini, masyarakat hanya mempunyai alternatif seng dan asbes.

Aplikasi atap seng sangat umum khususnya di Indonesia daerah Timur.

Apalagi di daerah pulau-pulau kecil. Atap seng/asbes tidak menciptakan repot, baik dalam pengerjaannya maupun pemeliharaannya.

Sudut kemiringan atap seng atau asbes sebaiknya tidak kurang dari 10 derajat.

Anda sanggup menerapkannya mulai dari 5 derajat sampai 25 derajat.

#4. Atap Genting Metal (Multiroof)

Kemiringan Sudut Atap Yang Ideal Sesuai Bahan Kemiringan Atap Rumah Tinggal Sesuai Bahan
Atap baja semakin dikenal masyarakat.

Sekitar awal tahun 2000-an, masyarakat Indonesia mulai mengenal atap genteng metal.

Mereka lebih mengenalnya sebagai “Multiroof” alasannya ialah brand tersebut yang pertama kali mengedukasi masyarakat.

Genteng jenis ini sangat praktis.

Sisi kepraktisannya menjadi nilai lebih dari genteng metal.

Untuk memasang atap jenis ini, diharapkan sudut kemiringan 25 sampai 35 derajat.


#5.Atap Genteng Tanah Liat/Keramik

Kemiringan atap keramik 30 derajat. 


Genteng jenis ini sangat umum digunakan di Indonesia. Meskipun rentan terhadap bocor alasannya ialah gampang retak, atap jenis ini mempunyai banyak kelebihan.

Salah satunya untuk meredam panas.

Jika ingin genteng tanah liat yang lebih indah dan tahan lama, Anda sanggup menentukan genteng glasir.

Genteng glasir ialah genteng tanah liat yang diberi lapisan. Sehingga mengurangi imbas kebocoran maupun rembesan.

Sudut kemiringan atap genteng tanah sebaiknya tajam. Semakin tajam sudut kemiringannya semakin baik.

Sudut kemiringan minimal ialah 30 derajat.


#6. Atap Spandek

Kemiringan Sudut Atap Yang Ideal Sesuai Bahan Kemiringan Atap Rumah Tinggal Sesuai Bahan
Atap spandek lebih lentur.

Jenis atap ini merupakan penemuan dari atap metal. Bahan atap spandek merupakan adonan dari alumunium dan seng.

Atap spandek lebih lentur. Hal ini alasannya ialah adanya materi silikon.

Atap spandek sangat cocok diaplikasikan untuk pabrik, toko, mall, dan sejenisnya.

Bahan ini diklaim sebagai materi atap yang paling awet. Hanya saja alasannya ialah materi dasarnya logam, daya serap terhadap panas sinar matahari sangat tinggi.

Level kemiringannya berkisar antara 5 derajat sampai 60 derajat.


Rangkuman Level Kemiringan Atap Berbagai Jenis


Berikut ini rangkuman level kemiringan untuk aneka macam jenis atap.

Atap Cor 30-60 derajat. Jarak reng 25.5-35.5 cm.

Atap Dak: 5 derajat

Atap Seng/Asbes: 5-25 derajat. Jarak reng 60 cm.

Genteng Metal: 15-90 derajat. Untuk rumah 25-35 derajat. Jarak reng 36-38.5 cm.

Genteng Tanah Liat: 30-60 derajat. Jarak reng 26 cm.

Atap Spandek: 5-60 derajat. Jarak reng 60cm.


Tips:

Sesuaikan dengan kondisi daerah Anda. Jika curah hujan di daerah tinggi, sebaiknya tambahkan level kemiringannya.


Cara Menentukan Level Kemiringan Atap


Menghitung atau menentukan sudut kemiringan atap sangatlah mudah.

Alat:
Triplek/karton.
Jarum/paku diberi benang dan pemberat.

Gunakan teknik segitiga untuk mendapat sudut kemiringan.


Buat dua titik C dan A.

Buat garis lurus CA.

Tancapkan paku berbenang pada garis C.

Letakan triplek pada titik atap yang paling tinggi.

Biarkan benang lurus oleh gaya gravitasi.

Kemudian geserkan triplek ke kiri atau kanan sesuai dengan sudut kemiringan yang diinginkan.

Tandai garis lurus benang.

Anda sudah mendapat ukuran sesuai dengan keinginan.

Tips:

Level kemiringan yang landai riskan terhadap hujan angin. Level kemiringan yang sangat tajam menciptakan genteng (tanah/keramik) gampang melorot. Gunakan sudut kemiringan terbaik dari masing-masing materi atap.
Sumber https://microgist.blogspot.com/

Click to comment