70 Pantun Nasehat Terbaik Dan Penuh Makna

Pengertian Pantun Nasehat. Pantun Nasehat ialah pantun yang berisikan nasehat-nasehat, bimbingan, petunjuk, dan pengajaran baik.

Sebagian besar pantun merupakan pantun nasehat.

 Pantun Nasehat ialah pantun yang berisikan nasehat 70 Pantun NASEHAT Terbaik dan Penuh Makna

1. Pantun nasehat orang renta kepada anaknya



[1]
Pergi ke kebun tanam ubi,
Ubi habis talas pengganti.
Jadilah anak yang berbudi,
Kepada Ibu selalu berbakti.

[2]
Merpati putih turun ke rawa,
Hingga di pohon pada dahannya
Selalu berbakti pada orang tua,
Niscaya hidup selau bahagia.

[3]
Memanggang ikan di atas bara,
Madu manis dari si lebah.
Pantas hidup selalu sengsara,
Rupanya durhaka pada ibu dan ayah.

[5]
Angin bertiup daun bergoyang,
Senja tiba saatnya makan.
Kepada Ibu mestilah sayang,
Dalam sholat selalu mendoakan.

[6]
Ramai sungguh di hari Qurban,
Senyum manis juga tertawa.
Ayah Ibu banyak berkorban,
Agar belum dewasa hidup bahagia.

[7]
Tali panjang ujung membelit,
Tajam mawar menusuk duri.
Kepada Ibu janganlah pelit,
Banyak-banyaklah memberi.

[8]
Kalau bodoh hendaknya bertanya,
Jangan hingga kaki tersesat.
Moga Ibu selamat di dunia,
Selamat pula di akhirat.

[9]
Bunga kuncup kemudian merekah,
Musim semi berseri-seri.
Ayah bekerja mencari nafkah,
Agar belum dewasa tercukupi.

[10]
Anak arab memakan roti,
Burung pipit hinggap di meranti.
Hati ibu jangan tersakiti,
Adzab pedih sedang menanti.

Apa sih Ciri-Ciri Pantun Nasehat?

Pantun nasehat mempunyai ciri:
1. isinya berupa nasehat,
2. isinya usul berbuat kebaikan
3. isinya berupa kebijaksanaan



2. Pantun Nasehat Agama Islam semoga Senantiasa Beribadah



 Pantun Nasehat ialah pantun yang berisikan nasehat 70 Pantun NASEHAT Terbaik dan Penuh Makna


Pantun nasehat agama merupakan pantun nasehat yang isinya berisikan nilai-nilai agama. Terutama agama Islam.

[11]
Kemana terbang si anak lebah,
Ke atas pohon bersahabat kolam.
Kepada siapa kita menyembah,
Kepada Rabb semesta alam.

[12]
Air hujan jatuh ke selokan,
Mengalir jauh ke kolam dalam.
Manusia diciptakan ada tujuan,
Agar menyembah Tuhan pemilik alam.

[13]
Apa tanda air kolam,
Air jernih walau sejengkal.
Apa tanda iktikad yang dalam?
Dalam hati penuh tawakal.

[14]
Siapa tahu rumahnya lebah,
Di pucuk pohon tergantung indah.
Siapa hidup dalam ibadah,
Tentu hidupnya akan mudah.

[15]
Siapa hendak ke pulau Jawa,
Jangan lupa membawa nangka.
Siapa yang selalu bertakwa.
Niscaya hidupnya akan bahagia.

[17]
Pasar ramai pembeli padat,
Banyak orang membeli batik.
Pintu Islam ialah syahadat,
Jagalah syahadat jangan syirik.

[18]
Panjang ekor ikan pari,
Ikan pari dari lautan.
Jangan hati menyimpan iri,
Iri menciptakan sengsara badan.

[19]
Jika petang duduk berdua,
Nikmati semilir angin senja.
Jika engkau hendak berdoa,
Berdoa hanya pada Allah semata.

[20]
Api menyala tungku membara,
Hendak memasak makanan ringan manis lumpia.
Dunia ini laksana penjara,
Bukan daerah mencari bahagia.


3. Pantun Nasehat Belajar Dengan Tekun dan Giat



 Pantun Nasehat ialah pantun yang berisikan nasehat 70 Pantun NASEHAT Terbaik dan Penuh Makna


Pantun berikut ini merupakan nasehat yang isinya berkenaan dengan belajar.

Belajar merupakan kewajiban bagi setiap orang, terlebih anak-anak.

[21]
Di taman bermain anak kembar,
Duduk berdua duduk berjajar.
Sedari kecil banyak belajar,
Sudah cukup umur semakin pintar.

[22]
Manis-manis rasa gula,
Gula aren gula jawa.
Niatkan berguru mencari pahala,
Agar kelak meraih surga.

[23]
Bulan indah ketika purnama,
Malam takbiran di hari raya.
Belajar ialah kewajiban agama,
Supaya kita hidup berbahagia.

[24]
Duduk rapi dengan berbanjar,
Badan membisu kaki memancal.
Siapa orang yang malas belajar,
Pasti ketika cukup umur akan menyesal.

[25]
Di depan tungku badanpun hangat,
Sambil sarapan makanan ringan manis lepat.
Saat berguru mestilah semangat,
Agar ilmu gampang didapat.

[26]
Burung manis burung kenari,
Warna putih menyerupai melati.
Jauh-jauh ilmu dicari,
Niat yang benar di dalam hati.

[27]
Selimut tipis ditebalkan,
Adik manis tolong pintalkan.
Al Alquran hendaklah dihafalkan,
Jangan lupa untuk diamalkan.

[28]
Hidup di dunia sifatnya semu,
Hidup sebentar kemudian mati.
Tinggi-lah derajat yang berilmu,
Banyak orang yang menghormati.

[29]
Dari mana Pangeran Tembayat,
Dari Arab kota Mekah.
Belajar itu sepanjang hayat,
Bukan hanya di sekolah.

[30]
Ada bendo di Batu Ampar,
Senja hari ayampun pulang.
Biarpun kini letih belajar,
Esok senang akan menjelang.


4. Pantun Nasehat Sholat, jangan pernah ditinggalkan.



 Pantun Nasehat ialah pantun yang berisikan nasehat 70 Pantun NASEHAT Terbaik dan Penuh Makna


Pantun nasehat sholat berisikan usul semoga menegakan sholat.

Sholat lima waktu merupakan kewajiban. Dan siapa saja yang mengerjakannya, hatinya akan tenang.

[31]
Buah delima buah kelapa,
Petik satu sanggup tiga.
Lima waktu jangan dilupa,
Itulah kunci menuju surga.

[32]
Suara ombak berirama,
Lihat pantai duduk di bebatuan.
Sholat itu tiang agama,
Selalu tunaikan jangan tinggalkan.

[33]
Siapa duduk dengan bergaya,
Anak manis bermata jelita.
Siapa yang ingin hidup bahagia,
Banyak sujud kepada Yang Kuasa.

[34]
Manis rasanya buah kurma,
Cicipi satu pengecap menjilat.
Sholat ialah amal yang utama,
Kan dihisab di hari Kiamat.

[35]
Air sumur mesti ditimba,
Segar dirasa, jernih airnya.
Banyak menangis para hamba,
Karena tinggalkan sholat di dunia

[36]
Api memperabukan kayu meranti,
Siput berjalan amat lambatnya.
Neraka Saqar sudah menanti,
Orang yang lalai dari sholatnya.

[37]
Hujan turun kebunpun basah,
Air menetes jatuh ke lantai.
Bila pikiran gundah dan gelisah,
Tunaikan sholat pastilah damai.

[38]
Air jernih dalam gelas,
Sajikan makanan ringan manis aneka rupa.
Tunaikan sholat mestilah ikhlas,
Jangan hingga tercampur riya.

[39]
Tanam bunga, bunga melati
Kain batik dalam peti.
Berdiri sholat ingatlah mati,
Agar kembali lembut hati.

[40]
Tubuh kecil burung gelatik,
Anak kecil bajunya kumal.
Siapa yang sholatnya baik,
Akan baik semua amal.


5. Pantun Nasehat Menghormati Guru



 Pantun Nasehat ialah pantun yang berisikan nasehat 70 Pantun NASEHAT Terbaik dan Penuh Makna


Pantun menghormati guru merupakan pantun nasehat yang berisikan bimbingan semoga kita menghormati, menghargai, dan berbuat pada guru.

Guru ialah orang yang mendidik, mengajar, dan menyanyangi sehingga kita mesti membalas kebaikannya.

[41]
Dari mana mendapat kupat,
Dari jauh ujung pasar.
Dari mana ilmu kita dapat,
Dari guru yang mengajar.

[42]
Dari mana buah salak,
Dari kebun jauh di udik.
Dari mana paham akhlak,
Dari guru yang mendidik.

[43]
Dari mana buah kemumu,
Dari kebun jauh di hulu.
Dari mana mengerti ilmu,
Dari guru yang tak pernah jemu.

[44]
Hati senang menanam tomat,
Pohon tinggi daerah si lebah.
Kepada guru selalu hormat,
Tentu ilmunya akan berkah.

[45]
Lemari beling lemari lukis,
Batu bata diusap kasar.
Bisa membaca sanggup menulis,
Jasa guru sangatlah besar.

[46]
Sungguh indah bunga di taman,
Mekar selalu di setiap zaman.
Jadilah murid yang budiman,
Hormati guru sayangi teman.

[47]
Tari gerobak dengan sapi,
Gerobak kecil bawa papan.
Perintah guru hendaknya dituruti,
Untuk kebaikan masa depan.

[48]
Wangi aroma kayu gaharu,
Habis sudah mencari di pasar.
Carilah olehmu seorang guru,
Yang tulus nrimo dalam mengajar.

[49]
Rawa daerah si kura-kura,
Main bersama dengan buaya.
Jasa guru tidak terkira,
Moga kelak berpahala surga.

[50]
Langit luas berwarna biru,
Adik tidur dalam kelambu.
Terimakasih untukmu Guru,
Doa kami selalu menyertaimu.


6. Pantun Nasehat dan Balasannya



[51]
Rumah renta halaman lebar,
Udara hirau taacuh makan pala.
Jadilah orang yang sabar,
Orang sabar banyak pahala.

[52]
Balasan
Udara dingin, makan pala,
Pala pedas lezat makannya.
Memang sabar banyak pahala,
Tapi sulit menjalankannya.


[53]
Benih padi banyak disebar,
Sudah tumbuh, rumput dibersihkan.
Memang susah menjadi orang sabar,
Kepada Allah kita mohonkan.


[54]
Makan baso campur cuka,
Minta satu dikasih lima.
Orang sopan banyak yang suka,
Akhlak mulia memang utama.

[55]
Balasan:
Kuda berjalan di jalan raya,
Rumah panggung ada tangga.
Jadilah orang yang mulia,
Karena itu jalan menuju surga.


7. Pantun Nasehat Pernikahan untuk para pengantin baru



[56]
Jalan-jalan ke Kota Kedah,
Jalan turun ke tanah rendah.
Menikah itu salah satu ibadah,
Agar hidup terasa indah.

[57]
Runcing ujung anak panah,
Ambil seiikat sebesar kepala.
Menikah itu termasuk sunnah,
Menjalankannya berpahala.

[58]
Cahaya jelas sang mentari,
Mentari tiba setiap hari.
Jika suami menyayangi istri,
Cintanya tumbuh tambah berseri.

[59]
Tiada keris yang sangat sakti,
Keris kecil gampang patah.
Bila istri senantiasa berbakti,
Rumah tangga akan barokah.

[60]
Jaring ikan tidak lebar,
Pasang satu bersahabat bata.
Aib keluarga jangan disebar,
Simpan rapat-rapat semua rahasia.


8. Gambar Pantun  Nasehat Agar Beribadah, Dengan Ibadah Hidup Tak Akan Susah





9. Gambar Pantun Nasehat Agar hidup ini jangan pernah iri. Tentunya kau akan senang kalau iri dengki hilang dari hati. 





10. Gambar Pantun Nasehat Menegakan Sholat. Sholat Merupakan Pintu Menuju Surga.





11. Gambar Pantun Agar Tetap Besabar. Ingat, sabar merupakan ibadah dengan pahala sangat besar. 






12. Gambar Pantun Menyangi Ibu dan selalu mendoakannya di setiap sholat kita.





13. Gambar pantun menyanyangi istri. Kalau istri di sayang, niscaya tambah cinta kepada suami.

 Pantun Nasehat ialah pantun yang berisikan nasehat 70 Pantun NASEHAT Terbaik dan Penuh Makna


14. Gambar pantun jikalau ingin hidup bahagia, selau bertakwa. 


 Pantun Nasehat ialah pantun yang berisikan nasehat 70 Pantun NASEHAT Terbaik dan Penuh Makna


15. Gambar Pantun bertawakal. Tawakal merupakan salah ciri dari keimanan. 



Pantun NASEHAT Terbaru Tahun 2020


Pastilah kau mengetahui pantun sebab pantun merupakan puisi usang ciri khas Nusantara. Banyak sekali jenisnya, mulai dari pantun cinta, pantun nasehat, pantun adat, pantun jenaka, dan lain-lain.

Kali ini kita akan menciptakan pantun nasehat. Mudah-mudahan sesuai dengan yang Anda butuhkan.

Definisi Pantun Nasehat

Pantun nasehat ialah pantun yang berisi usul untuk berbuat kebaikan. Bisa berisi ajakan, pemahaman, dan kebijaksanaan.

Sebagian besar pantun merupakan pantun nasehat. Karena dari asal-usulnya, pantun berasal dari kata “penuntun.” Yang artinya bimbingan.

1. Nasehat Agar Tekun Belajar


Pantun nasehat yang pertama ialah wacana usul semoga menyayangi ilmu dan tekun belajar. Sesulit apapun, jangan pernah mengalah dalam belajar.


1.
Dalam papan ada paku,
Rumput hijau makanan domba.
Sungguh senang punya ilmu,
Jalan menuju jiwa bahagia.

2.
Ikan panggang di atas tungku,
Ikan lele ikan patin.
Kalau diri tak punya ilmu,
Hidup susah lahir batin.

3.
Surya jelas amat berpijar,
Jemur baju dari belacu.
Marilah kita tekun belajar,
Karena berguru gerbang ilmu.

4.
Kopi pahit amis aroma,
Sedap diminum depan kedai.
Ingatlah pepatah lama,
Rajin itu pangkal pandai.

5.
Angin puyuh tiba berputar,
Perahu kecil dari Jawa.
Puas-puas terus belajar,
Bisa bijak di masa tua.


6.
Sangat bijak binatang kancil
Lari cepat menuju rawa.
Tekun berguru di masa kecil,
Banyak ilmu di masa tua.

7.
Ramai orang di hari raya,
Datang ke rumah hendak bertamu.
Jika ingin sukses di dunia,
Tentu harus dengan ilmu.

8.
Jernih air dalam telaga,
Ambil sedikit pakai timba.
Jika ingin masuk surga,
Tentu ilmu yang utama.

9.
Air mengalir sangat lancar,
Perahu laju tiada terkejar.
Jangan malas dalam belajar,
Cita-cita harus dikejar.

10.
Sungai musi sungguh lebar,
Kasur besar banyak bantal.
Di masa kecil malas belajar,
Hidup susah tinggal menyesal.

2. Kumpulan Nasehat Agama Dalam 10 Bait Pantun


Penyebaran agama Islam di Nusantara tak terlepas dari sentuhan sastra. Seperti gurindam dua belas; sebuah karya sastra yang berisikan nasehat agama. Begitu pula dengan pantun. Maka berikut ini beberapa teladan pantun nasehat agama.

11.
Senja hari tiba kereta,
Jika haus beli kelapa.
Ke alam abadi jua pulang kita,
Bekal yang banyak jangan dilupa.

12.
Mendung menandakan akan hujan,
Jatuh air dari balik awan.
Dunia ini sekedar ujian,
Bukan tamat dari tujuan.

13.
Tinggi sekali pohon kelapa,
Tertiup angin yang mengembara.
Siapa yang hidup untuk dunia,
Sudah niscaya hatinya sengsara.

14.
Kue panjang terkerat-kerat,
Ambil satu manis rasanya.
Kalau tujuan ke akhirat,
Hati tenang jiwapun senang

15.
Bunga indah untuk hiasan,
Warna hijau bunga pandan.
Siapa pandai menjaga lisan,
Akan selamat seluruh badan.


16.
Pagar bunga tepi taman,
Air mengalir di selokan.
Al Alquran kitab pedoman,
Pahami isinya kemudian amalkan.

17.
Habis gajian beli piyama,
Beli satu berapa harga.
Kalau jauh dari agama,
Hidup susah selalu sengsara.

18.
Kebun kelapa petik yang tua,
Pohonnya licin setelah hujan.
Ingatlah olehmu wahai jiwa,
Harta dunia ialah ujian,

19.
Anak Melayu duduk merenung,
Ingin pergi ke Sepadan.
Meski dosa setinggi gunung,
Selalu saja ada kesempatan.

20.
Singa menerkam tuk memangsa,
Lari cepat mengejar rusa.
Semua orang pernah berdosa,
Mari taubat menuju surga.


3. Nasehat Dalam Mencari Rezeki


Mencari rezeki merupakan kewajiban. Orang yang mencari rezeki nrimo niatnya, maka ia mendapat pahala.

Maka berikut ini ialah rangkaian pantun nasehat cari rejeki. Semoga memberi manfaat.

21.
Sangat manis rasa kurma,
Di bawah bahtera yang berlabuh.
Telah diwajibkan dalam agama,
Tunaikan sholat di waktu subuh.

22.
Walau indah, mawar berduri,
Jangan hingga tertusuk kaki.
Jangan malas di pagi hari,
Ayo semangat mencari rezeki.

23.
Anak gembala membawa sabit,
Kaki tersandung terasa sakit.
Setiap kali mentari terbit,
Jangan malas ayo bangkit.

24.
Pohon jati tumbuh berjajar,
Menebar benih berpencar-pencar.
Cita-cita terus dikejar,
Moga-moga rezeki lancar.

25.
Tangkai pohon menyerupai patah,
Kayu kering gampang terbelah.
Cari rezeki jangan serakah,
Walau sedikit yang penting berkah.


26.
Di atas bukit kerikil sebongkah,
Terbang tinggi sekawan lebah.
Selalu mengharap rezeki berkah,
Kalau sanggup jangan lupa sedekah.

27.
Gadis kecil menggunakan pita,
Pita Jepang warna merah.
Kalau sudah diberi harta,
Jangan sombong jangan serakah.

28.
Jalan sehat pagi-pagi,
Ambil air dalam peti.
Mendapat rezeki dibagi-bagi,
Itulah tanda hamba berbakti.

29.
Di ladang ada sebuah sumur,
Minum segar berkumur-kumur.
Selalu kita bersyukur,
Supaya hidup bertambah makmur.

30.
Anak ikan dalam kolam,
Haus minum air kelapa.
Cari rezeki siang malam,
Ibadah sholat jangan dilupa.

4. Pantun Nasehat Orang Tua Kepada Anak Tercinta


Betapa bahagianya jikalau orang renta masih ada. Merekalah yang senantiasa menjaga serta mendidik anak-anaknya.

Orang renta selalu memberi yang terbaik, dari doa hingga kerja keras. Semua dilakukan semoga anak-anaknya hidup lebih sejahtera.

31.
Tupai lompat makan pepaya,
Dari gunung turun ke rawa.
Milikilah olehmu tabiat mulia,
Agar gampang menjadi manusia bertaqwa.

32.
Kalau sudah tiba di rawa,
Cari kerikil tengahnya belah.
Siapa yang selalu bertaqwa,
Kan diberi jalan keluar dari masalah.


33.
Masakan emak sedap di lidah,
Tumpah sayur lantaipun berair
Orang bertakwa hidupnya mudah,
Segala urusan tiada susah.

34.
Kampung jauh banyak kuda,
Lewati gunung lewati lembah.
Arungi kehidupan di dunia,
Dengan hati yang sangat gagah.

35.
Panjang jalan untuk kereta,
Tunggu tiba di waktu senja.
Jikalau Allah berikan harta,
Fakir miskin jangan dilupa.

36.
Tidak ada pusaka sakti,
Mawar merah mawar melati.
Kepada ibu selalu berbakti,
Itu perintah dari Rabul Izzati.

37.
Jalan sempit ternyata buntu,
Jalan berliku banyak batu.
Kepada sesama sering membantu,
Hati nrimo jangan menggerutu.

38.
Angin bertiup hingga menderu,
Memang kecang angin taufan.
Bekali diri dengan ilmu,
Petunjuk jalan dalam kehidupan.

39.
Anak katak namanya berudu,
Dari sawah turun ke kali.
Hamba terbaik selalu tawadhu,
Tidak sombong tinggi hati.

40.
Dari maritim hendak ke darat,
Hujan turun sungguh lebat.
Jauh jalan menuju akhirat,
Jauhkan dunia jangan lekat-lekat.


5. Pantun Nasehat Untuk Mengejar Cita-Cita



Setiap orang punya cita-cita. Ada yang terwujud ada juga yang tidak. Sebagian mati-matian mengejar cita-citanya. Tak peduli rintangan apapun. Ia terus berusaha.

Ada juga yang patah semangat. Padahal kalau saja beliau terus berusaha, sanggup saja mendapatkannya. Berikut beberapa bait pantun nasehat dalam mengejar cita-cita.

41.
Tidore negeri Maluku,
Gadis desa selalu dipingit.
Tegak diri wahai anakku,
Gantungkan impian setinggi langit.

42.
Hari terik di waktu zuhur,
Diam di masjid hingga ashar.
Miliki impian yang luhur,
Pertanda engkau orang yang besar.

43.
Dari maritim membawa udang,
Masak sekilo dengan kentang.
Walau rintangan banyak menghadang,
Maju terus mundur kita berpantang.

44.
Depan rumah tanam kembang,
Tempat bermain si anak kumbang.
Meski tornado dan gelombang,
Tetap tegar setegar karang.

45.
Tepi sungai ada si kancil,
Menangkap ikan dengan bubu.
Tekun berguru sejak kecil,
Harapan di depan sudah menunggu.


46.
Padi panen isinya hampa,
Ambil sekarung di tengah sawah.
Berdo’a kepadaNya jangan lupa,
Berusaha sekuat tenaga.

47.
Raja baik pada jelata,
Makin besar kerajaannya.
Jika engkau punya cita-cita,
Tawakal hati hanya kepada-Nya.

48.
Hutan rimba banyak kina,
Kina diambil banyak manfaatnya.
Biarlah hari ini banyak yang menghina,
Esok mudah-mudahan engkau berjaya.

49.
Kalau pergi ke tengah ladang,
Jangan lupa memetik petai.
Hidup itu untuk berjuang,
Bukan untuk bersantai-santai.

50.
Gelas beling di atas meja,
Coba tengok apa isinya.
Siapa yang rajin bekerja,
Kan gampang untuk kaya raya.

6. Hormati Ibu dan Bapak Kelak Masuk Surga


Dalam suatu hadits, Nabi pernah bersabda:

“Ridha Allah tergantung pada ridha orang renta dan marah Allah tergantung pada marah orang tua” (Hasan. at-Tirmidzi : 1899, HR. al-Hakim : 7249, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabiir : 14368, al-Bazzar : 2394)

Oleh sebab itu sebagai seorang yang beriman, sudah barang tentu kita wajib berbakti kepada orang tua.

Apakah orang renta menyanyangi ataukah tidak, kewajiban kita hanyalah berbakti. Termasuk kepada orang renta yang tidak beriman.

51.
Sayap elang suka berkepak,
Paruhnya kuning bagai tembaga.
Hormati olehmu Ibu Bapak,
Kelak kau masuk surga.

52.
Sawah luas tanah bergambut,
Ladang ilalang ditanam tebu.
Bertutur harus lembah lembut,
Jangan sakiti Ayah dan Ibu.

53.
Rumah gadang banyak sekatnya,
Dari kayu hutan rimba.
Pintu nirwana amat dekatnya,
Dengan berbakti pada orang tua.

54.
Dahan kering retak beribu,
angin mengamuk semua penjuru.
Siapa berbakti pada ibu,
Niscaya senang dalam hidupmu.

55.
Jauh negeri dari Malaka,
Tempat orang mengembara.
Kalau anak suka durhaka,
Pasti hidupnya akan sengsara.

56.
Tidur nyenyak pakai kelambu,
Kelambu gres berwarna biru.
Turuti apa perintah Ibu,
Berkah tiba kepadamu.

57.
Pergi ke ladang ambil tebu,
Tebu kuning manis rasanya.
Doakan selalu ayah ibu,
Mohon ampun untuk keduanya.

58.
Gunung sunyi daerah bertapa,
Kisah jagoan adidaya.
Moga di nirwana kita berjumpa,
Bahagia untuk selama-lamanya.

59.
Paman berhitung dengan sempoa,
Tak lupa berguru budi bahasa.
Perbanyak doa untuk orang tua,
Moga diampuni oleh Allah Yang Esa.

60.
Badan letih enaknya rebah,
Kota Bogor banyak talasnya.
Berjuang ibu dan ayah,
Moga kita sanggup membalasnya.


7. Nasehat Tentang Berbagai Hal



Tentang Pendidikan


61.
Padi ditanam tiba hama,
Sawah kering turun hujan.
Pendidikan itu hal utama
Supaya hidup berkemajuan.

62.
Walau padi masih basah,
Jangan pula dibiarkan.
Walau hidup masih susah,
Pendidikan jangan ditinggalkan.

63.
Merapi daerah kebun salak,
Dalam peti berkerat-kerat.
Didiklah diri semoga berakhlak,
Sebagai bekal di akhirat.

Nasehat Tentang Musyawarah.


64.
Langit senja berwarna merah,
Minum kopi dalam kemah.
Biasakan diri bermusyawarah,
Supaya hidup semakin terarah.

65.
Buah kelapa ambil yang tua,
Kelapa renta banyak santan.
Mintalah pendapat pada yang tua,
Orang renta banyak pengalaman.

66.
Hujan turun air mencurah,
Rumah renta hampir roboh.
Kalau sudah bermusyawarah,
Tambah baik kalau istikharah.

Nasehat Tentang Gemar Olahraga.


67.
Pucuk bunga bunga setanggi,
Kembang di dahan mulai mekar.
Ayo mitra lari pagi,
Hati senang pikiran bugar.

68.
Jangan suka naik tangga,
Hati-hati jangan celaka.
Jangan malas berolahraga,
Kesehatan itu sangat utama.

69.
Apa gunanya kerikil permata,
Kalau sejoli pilih berpisah.
Apa gunanya banyak harta,
Kalau tubuh sakit semua.

Pantun Nasehat Menjaga Kesehatan.

70.
Terbang tinggi jauh melayang,
Turun ke sawah mematuk ketan.
Jajan jangan sembarangan,
Bisa sanggup sakit di badan.

71.
Indah sekali Gunung Kerinci,
Berpetualang ke sungai Musi.
Selalu sarapan yang bergizi,
Makan minum bernutrisi.

72.
Surya senja mulai redup,
Angin bertiup ke selatan.
Istirahat yang cukup,
Kalau main jangan kelewatan.


Itulah beberapa teladan dari pantun nasehat. Temukan juga pantun cinta luar biasa. Hanya di .blogspot.com. Coba lihat pantun lainnya. Seperti pantun cinta romantis

Sumber https://microgist.blogspot.com/

Click to comment