100 Pantun Cinta Gombal, Romantis, Sejati Lengkap

Pantun cinta yaitu pantun yang berisikan hal berkenaan dengan percintaan, baik itu asmara, cinta, rindu, maupun sakit hati.

Berikut ini kumpulan pantun cinta sebagai serial pantun dari pantun sebelumnya, yakni pantun nasehat.

 Pantun cinta yaitu pantun yang berisikan hal berkenaan dengan percintaan 100 Pantun CINTA Gombal, Romantis, Sejati Lengkap

1. Pantun cinta sejati



[1]
Bata bukan sembarang bata,
Bata untuk istana putri.
Cinta bukan sembarang cinta,
Cinta sejati dari dalam hati.

[2]

Dari mana roti kentang
Di beri tetangga tadi malam.
Dari mana cinta datang,
Dari lubuk yang paling dalam.

[3]
Sungai di bukit berbatu-batu,
Kelok sembilan daerah bertemu.
Cinta sejati hanya satu,
Kuberikan hanya untukmu.

[4]
Gerimis jatuh di ke bunga randu,
Dekat kolam tumbuh cempaka.
Menangis mata alasannya yaitu rindu,
Rindu terpendam dalam dada.

[5]
Awan mendung terdengar guntur,
Air hujan penuhi sumur.
Cinta sejati tak pernah luntur,
Tidak lekang tergoda umur.

[6]
Kebun bunga banyak melati,
Dari kebun pohon jati.
Ribuan halangan sudah terlewati,
Kuat hati alasannya yaitu cinta sejati.

[7]
Pagi-pagi makan bakwan,
Minum susu tambah roti.
Cinta ini kupersembahkan,
Untuk dikau permata hati.

[8]
Idul Adha hari berqurban,
Ikan sepat dari rawa.
Walau tubuh menanggung beban,
Karena cinta kutanggung jua.

[9]
Dari Solo baju batik,
Oleh-oleh makanan ringan manis kurma.
Wajah manis budpekerti baik,
Itulah calon yang utama.

[10]
Kue manis di atas nampan,
Ikan bandeng banyak duri.
Untuk apa berwajah tampan,
Kalau cintanya setipis ari.



2. Pantun cinta untuk si manis jelita



[11]
Puasa sunnah hari kamis,
Puasa supaya hati berbakti.
Wajah cantik, senyumnya manis,
Itu lah ia si tambatan hati.

[12]
Ikan mujair dari kali,
Buang sisiknya pakai belati.
Kalau tersenyum manis sekali,
Alangkah senang sekujur hati.

[13]
Air panas hingga mendidih
Seduh kopi di hari raya.
Untuk apa menangis sedih,
Ada saya yang selalu setia.

[14]
Rempah-rempah hendak diramu,
Dari kebun jalan berliku.
Dalam doa kusebut namamu,
Moga menjadi teman hidupku.


[15]
Hijau harum daun pandan
Masak nasi di dandang tembaga.
Dari jauh saya mendoakan,
Moga engkau semakin bahagia.

[16]
Kain batik, batik ujungnya,
Jatuh ke sungai ada buaya.
Wajah cantik, baik orangnya,
Sayang nikahnya tak dengan saya.

[17]
Masak sate di atas bara,
Sate kambing yummy rasanya.
Kalau cinta sudah bicara,
Hanya terlihat baiknya saja.


[18]
Banyak gizi makan ikan,
Ikan bahari yummy rasanya.
Siang malam kudoakan,
Agar engkau hidup bahagia.

[19]
Mata silau sembunyi batu,
Bukit tinggi daerah bertemu.
Walau cinta tak bersatu,
Dalam doa tak kulupakan dirimu.

[20]

Beli bambu hanya sebatang,
Nasi putih dalam rantang.
Bulan haji yang akan datang,
Tunggu penghulu datang.


3. Pantun Cinta jarak jauh



[21]
Ada baut dalam peti,
Peti hancur alasannya yaitu batu.
Cinta bertaut dalam hati,
Sayang terpisah jarak dan waktu.

[22]
Pisau tumpul harus diasah,
Nenek lampir musuh sembara.
Biarlah kurelakan berpisah,
Karena hanya untuk sementara.

[23]
Besi putih jadi parang,
Telaga jernih ke tepian
Kekasih jauh di negeri orang,
Demi menggapai sebuah impian.

[24]
Buah labuh tercium bau,
Beli satu ada yang minta.
Semakin jauh semakin tahu,
Bahwa engkaulah yang kucinta.

[25]
Mendung hitam suasana sendu,
Rasa manis buah tebu.
Jarak jauh menumbuhkan rindu,
Makin usang makin menggebu-gebu.

[26]
Duduk manis jangan geser,
Manis manis air kelapa.
Hati-hati bila LDR,
Jaga hati jangan tergoda.

[27]
Gelang perak berhias permata,
Kan dikirim ke pulau jawa.
Walau jarak memisahkan kita,
Demi cinta rela kusabarkan jiwa.

[28]
Hari libur pergi berburu,
Lebih yummy ke pemancingan.
Lama sudah menunggu waktu,
Tak terasa esok ke pelaminan.

[29]
Kulit bambu jadi sembilu,
Hilang satu tergulung kain.
Bertahun-tahun setia selalu,
Kini ia bersanding dengan yang lain.

[30]
Angin tiba meniup kitiran,
Pahat batu, kerikil nisan.
Engkau senang di pelaminan,
Aku bersedih dalam tangisan.


4. Pantun cinta dalam diam




[31]
Jalan-jalan ke Simpang Lima,
Senang-senang basuh mata.
Sekali pandang eksklusif terkesima,
Betapa manis wajah jelita.

[32]
Burung angsa berilmu menyelam,
Sayap dua dikepak-kepakan.
Kusimpan rindu dalam-dalam,
Tak sanggup rasanya kuungkapkan.

[33]

Durian runtuh yummy rasanya,
Makan nangka terkena getah.
Bila jauh rindu mendera,
Sudah akrab salah tingkah.

[34]
Jalan ke kampung begitu rata,
Jalan ke afrika banyak onta.
Aku ini begitu cinta,
Bodoh diriku tak sanggup berkata.

[35]
Hari libur ramai pasar,
Jual beli banyak untuknya.
Dengan cinta sanggup mendengar,
Walau verbal tak berkata.

[36]
Santan kental sari pati,
Dari kelapa yang diparutkan.
Karena cinta hati mengerti,
Walau ia tak ungkapkan

[37]
Buah mangga buah kueni,
Papan jatuh menimpa paku.
Aku perjuangkan dirimu selama ini,
Moga esok tak melupakanku.


[39]
Cahaya jatuh dikala temaram,
Bulan memantul dalam kolam.
Terjebak cinta dalam diam,
Hati galau setiap malam.

[40]
Badan sakit meminum jamu,
Air selasih dicampur tebu.
Hari ini saya masih mencintaimu,
Dalam membisu masih mengharapkanmu.


5. Pantun Cinta Cintaan Asal-asalan



[41]
Dari mana datangnya lintah,
Dari sawah ke terompet.
Dari mana datangnya cinta,
Dari wajah turun ke dompet.

[42]
Kalau damar dahulu kala,
Terangi malam penuh berkah.
Kalau memang benar cinta,
Cepat ajak saya untuk menikah.

[43]
Sawah luas tanam padi,
Bunga mawar tangkai berduri.
Dasar tua-tua keladi,
Makin renta makin tak tau diri.

[44]
Ada enaknya angin melanda,
Hawa sejuk di mana-mana.
Ada enaknya kawin sama janda,
Belum kawin anak sudah lima.

[45]
Ada susahnya angin melanda,
Hampir terbang semua barang.
Ada susahnya kawin sama janda,
Walau manis sudah bekas orang.

[46]
Burung pelatuk turun ke rawa,
Dari pantai membawa kerang.
Begitu nasib orang tua,
Nafsu besar tenaga kurang.

[47]
Ada susahnya membawa keranda,
Ada mayit takut jadinya.
Ada susahnya kawin sama janda,
Badan peyot sudah kadaluwarsa.

[48]
Kalau sudah buah dipetik,
Cari nangka menerima manggis.
Kalau sudah nasib baik,
Cari janda dapatnya gadis.

[49]
Tinta bukan sembarang tinta,
Tinta pena di dalam peti.
Cinta bukan sembarang cinta,
Cinta sejati hingga mati.

[50]
Untuk apa lemari kaca,
Kalau tidak diisi kain.
Untuk apa bermain cinta,
Kalau hatimu milik yanglain.


6. Pantun cinta gombal



[51]
Burung kutilang burung camar,
Hinggap usang di atas perahu.
Sudah banyak tiba melamar,
Cuman kakak yang kutunggu.

[52]
Bukan utara bukan selatan,
Dari timur banyak jerami.
Bukan harta bukan jabatan,
Cinta adik ikhlas murni.

[53]
Air asin dari payau,
Banyak udang hampir mati.
Walau kakak jauh merantau,
Entah kenapa saya setia menanti.


[54]
Singa buah kini renta,
Sangat berpengaruh di waktu muda.
Kenapa hati jatuh cinta,
Padahal gres pandangan pertama.


[55]
Gubuk renta hampir roboh,
Hancur tertimpa pohon kelapa.
Mungkin ini tandanya berjodoh,
Kemana-mana sering berjumpa.

[56]
Kebaya batik sulaman batik,
Berhias mahkota dari bunga.
Mata cantik, senyuman cantik,
Hati siapa tak akan tergoda.


[57]
Kalau tiba binatang lintah,
Lilit dengan sehelai kain.
Kalau saya jatuh cinta,
Cukup satu tak ada yang lain.

[58]
Bunga di taman akan layu,
Tumbuh bunga di semak perdu.
Bukan saya hendak merayu,
Kamu memang menciptakan rindu.

[59]
Dari dahulu memanglah parang,
Hari petang burungpun pulang.
Dari dahulu hingga sekarang,
Cintaku padamu tak sanggup hilang.

[60]
Walau bertiup angin bayu,
Tak kan mundur mencari ilmu.
Walau banyak orang merayu,
Cintaku tetap hanya untukmu.



7. Pantun cinta untuk kekasih halal yang bikin gemes.



[61]
Hijau hijau warna rumput,
Belum makan jadi lemes.
Wajah kau imut-imut,
Semua orang niscaya gemes.

[62]
Bawa sambal dengan petis,
Makan hangat dikala gerimis.
Kalau senyum jangan manis-manis,
Nanti saya jadi meringis.

[63]
Tidur nyenyak dalam kelambu,
langit pagi berwana biru.
Tak ingin melihat kamu,
Nanti hatiku jadi rindu.


[64]
Kue kering jatuh ke tanah,
Ambil saja buang kotornya.
Sudah halal sudah menikah,
Sekarang boleh main bersama.


[65]
Dari timur kain satin,
Masak rendang tambah santan.
Sungguh nikmat jadi pengantin,
Berdua-duaan tak pernah bosan.

[66]
Kena panas jadi meleleh,
Telur ayam jatuh pecah.
Dicium boleh dipeluk boleh,
Sudah nikah, jadi ibadah.

[67]
Kain batik kain kebaya,
Ada renda di tiap ujungnya.
Kamu manis tiada duanya,
Sini dong jangan ke sana.

[68]

Bikin sayur daun katuk,
Pagi-pagi sarapan bubur.
Mata kakak sudah mengantuk,
Yuk temenin kakak tidur.

[69]
Kuda paksi untuk raja,
Duduk gagah kunjungi negeri.
Tubuh seksi sangat menggoda,
Ingin kupeluk hingga pagi.

[70]
Pagi gres dalam gantang,
Ikan emas main di kolam.
Sekarang malam sudah datang,
Ayo kita masuk ke dalam.


8. Pantun cinta untuk cowok



Ada juga pantun nasehat

Sumber https://microgist.blogspot.com/

Click to comment