40 Pantun Agama Islam Untuk Mencar Ilmu Belum Dewasa Di Sekolah Madrasah

Pantun Agama

Pantun agama ialah pantun yang berisikan nilai-nilai agama, baik berupa pengajaran maupun nasehat.



1. Pantun Agama Islam


Berikut ini merupakan kumpulan pantun agama Islam. Mari kita baca satu per satu.

[1]
Jalan-jalan ke simpang lima,
Pergi ke pasar menjual busa.
Jangan jauh dari agama,
Agar hidup hening sentosa.

[2]
Bilal rindu rumput izkir
Jauh kota masih terukur.
Tenang hati dengan berdzikir
Terima hidup penuh syukur.

[3]
Anak berakal bermain panah,
Menancap pada satu pelepah.
Kalau hati penuh qonaah,
Harta sedikit menjadi berkah.

[4]
Tepung terigu tepung kanji,
Dapur usang menciptakan roti.
Setiap hari selalu mengaji,
Sebagai bekal di hari nanti.

[5]
Kue enak masak di tungku,
Pada piring banyak bolu.
Lima waktu selalu ditunggu,
Utamakan sholat selalu.

[6]
Anak kecil jalan berjinjit,
Ingin melihat wajah badut.
Hati rindu pada masjid,
Hidup lapang banyak bersujud.

[7]
Pergi ke Madinah berjalan kaki,
Kaki luka tertusuk duri.
Terasa hening mencari rezeki
Bersyukur atas apa yang diberi

[8]
Panas mentari di waktu duha,
Elang pulang ke pulau Jawa.
Wajib kita selalu berusaha,
Jangan lupa untuk berdoa.

2. Pantun Sholat Tepat Jamaah Di Masjid


Sholat berjamaah merupakan kewajiban bagi umat islam, yakni untuk kaum lelaki. Oleh alasannya itu pantun berikut bertemakan wacana sholat berjamaah.

[9]
Air putih dalam bokor,
Taruh dulu di atas tikar.
Terlempar orang ke Saqor,
Neraka panas yang membakar.

[10]
Kenapa air dalam bokor,
Disimpan untuk kucing tersayang.
Kenapa jatuh ke neraka Saqor,
Karena tak tunaikan sembahyang.

[11]
Masuk ke kelas dengan tertib,
Jalan setapak menuju bukit.
Tunaikan sholat itu wajib,
Jangan tinggalkan walaupun sakit.

[12]
Hari libur pergi berkemah,
Jalan terhalang kayu patah.
Mari kita sholat berjamaah,
Agar hidup mendapat berkah.

[13]
Air ditampung dalam tangki,
Padi higienis di atas tampah.
Sholat jamaah bagi laki-laki,
Berjamaah sangat utama.

[14]
Hari raya menciptakan wajik,
Hujan turun jalan basah.
Setiap langkah menuju masjid,
Satu langkah menghapus dosa.

[15]
Kalau hendak pergi berkemah,
Jangan menciptakan tenda di rawa.
Dosa terhapus alasannya jamaah,
Derajat tinggi didapat jua.

[16]
Jernih air dalam telaga,
Manis-manis buah kurma.
Mendapat jaminan surga,
Siapa yang berada di shaf pertama.


3. Pantun Kembali Pada Alquran dan Sunnah


Pantun berikutnya ialah pantun wacana undangan kembali pada Alquran dan Sunnah. Kenapa Alquran dan Sunnah?

Karena generasi awal Islam hanya menggunakan Alquran dan Sunnah. Lalu mereka mendapat kejayaan dunia dan akhirat.

[17]
Buah delima memang lezat,
Dipetik ketika hujan turun lebat.
Diturunkan Alquran sebagai mukjizat
Tanda kenabian yang paling hebat.

[18]
Bulan haji bulan berkurban,
Berkurban sapi dengan unta.
Tak bisa insan mengubah Quran,
Tapi Alquran bisa mengubah manusia.

[19]

Kue getuk dari ubi rambat,
Sangat lembut ketika dikunyah.
Jangan banyak engkau berdebat
Cari balasan di Alquran Sunnah.

[20]
Barang siapa mengambil panah,
Dari busur jauh melesat.
Barang siapa mengikuti sunnah,
Niscaya selamat tak tersesat.

[21]
Pergi ke kebun mencari pepaya,
Banyak bintang yang melata.
Sunnah Nabi bagaikan cahaya,
Penerang di jalan gelap gulita.

[22]
Naik bukit mana jalannya,
Jalannya lewat utara.
Hati sakit apa obatnya?
Quran obat paling utama.

[23]
Petik padi badannya basah,
Perut lapar badannya lemah.
Hati duka pikiran gelisah,
Dengan Alquran gelisah kan musnah.

[24]
Banyak orang jadi heran,
Cerita usang jadi kenangan.
Di bawah naungan Quran,
Hidup senang penuh ketenangan.

4. Pantun Jangan Suka Berbohong


Berbohong atau berdusta merupakan perbuatan terlarang. Dosanya sangat besar.
Pantun berikut ini merupakan pantun agama Islam wacana undangan jangan suka berbohong.

[25]
Lumpur bercampur dengan tanah,
Ada bekas kaki rusa.
Dua lisan ialah amanah,
Jangan dipakai untuk sia-sia.

[26]
Kancil pandai jadi sombong,
Kalau jatuh tak berdaya.
Lisan jangan suka berbohong,
Nanti tak ada orang yang percaya.

[27]
Pempek makan dengan cuka,
Rantai besi tujuh hasta.
Orang jujur banyak disuka,
Jangan pernah engkau berdusta.

[28]
Pagi-pagi makan bubur,
Kalau sore minum kencur.
Mari selalu berkata jujur,
Agar hidup semakin mujur.

[29]
Memang enak makan bubur,
Cuci piring erat sumur.
Kenapa susah berkata jujur,
Padahal hidup jujur akan makmur.

[30]
Masak kangkung dalam kancah,
Gelas beling gampang pecah.
Orang bohong selalu gelisah,
Hidupnya galau selalu susah.

[31]
Merah jambu watu bata,
Merah delima kain batik.
Berkata suka berdusta,
itulah sifat orang munafik.

[32]
Untuk apa makan pasta,
Kalau lisan luka berdarah.
Untuk apa suka berdusta,
Nanti hidup jadi sengsara.



5. Pantun Agama Islam Untuk Anak-Anak


Anak-anak mestilah mendapat pengajaran. Terutama pengajaran agama.

Karena dengan agama, mereka akan senang hidup di dunia ini dan di akhirat.

[33]
Mpu Gandring keris sakti,
Jangan untuk berkelahi.
Anak sholeh sebagai bakti,
Tanda kepercayaan kepada illahi.

[34]
Burung nuri turun ke rawa,
Kaki sakit sulit melangkah.
Hormati selalu orang tua,
Supaya hidup menjadi berkah.

[35]
Lari ke kebun anak kecil,
Turun hujan sangat lebat.
Belajarlah sewaktu masih kecil,
Supaya ilmu terus melekat.

[36]
Selesai sekolah sudah tamat,
Pulang berguru memetik nangka.
Orang bertauhid akan selamat,
Terbebas dari api neraka.

[37]
Berjalan ke ke bukit hanya berdua,
Badan sakit kakinya lelah.
Kepada Allah saja kita berdoa,
Ikhlaskan niat dalam ibadah.

[38]
Kunang-kunang tiba beribu,
Bunga hidup tumbuh berseri.
Selagi hidup Ayah dan Ibu,
banyak-banyak kita memberi.

[39]
Ada pengantin banyak kado,
Rantai jatuh panjang sehasta.
Jika orang bau tanah memberi ridha,
Kan ridha pula Rabb semesta.

[40]
Ada polisi ada tentara,
Duduk manis naik kereta.
Hidup di dunia sementara,
Ke darul abadi pula pulang kita.


6. Pantun Kewajiban Berhijab


Berhijab merupakan kewajiban. Sekarang mari kita buat pantun agama dengan tema hijab atau jilbab.


[41]
Bambu kecil dibentuk tangga,
Udara segar segera dihirup.
Jadilah perempuan penghuni surga,
Hatinya baik, aurat ditutup.

[42]
Manis-manis rasa kecap,
Pergi ke masjid hari Jumat.
Tutupi aurat dengan hijab,
Agar di darul abadi engkau selamat.


[43]
Kue potong lima kerat,
Pohon beringin daunnya lebat.
Berhijablah sesuai syariat
Jangan menggunakan jilbab ketat.

[44]
Daun kurma jatuh pelepah,
Tangkai bunga sudah patah.
Sudah cantik, anaknya sholehah,
Memakai hijab hidupnya berkah.

[45]
Tombak dilempar jatuh menancap,
Paku tajam di atas papan.
kalau sudah menggunakan hijab,
didik lisan supaya sopan.


[46]
Merpati terbang mengirim pesan,
Turun ke bawah rendah-rendah.
Wanita laksana perhiasan,
Jagalah selalu supaya indah.

[47]
Anak rusa terkena panah,
Mata rusa amat indahnya.
Cantik wajah akan musnah,
Cantik hati akan selamanya.

[48]
Untuk apa membaca koran,
Kalau jatuh buah pinang.
Mari taati perintah di Quran,
Agar hati semakin tenang.

Jangan lupa dengan pantun lainnya. Seperti pantun nasehat dan juga 100 pantun cinta

Sumber https://microgist.blogspot.com/

Click to comment